Twitter
Facebook

Dewi Persik dan Andi Soraya Dalam Ku Tunggu Jandamu.

Dewi Persik dan Andi Soraya

Dewi Persik dan Andi Soraya

Film Indonesia kembali ke era Warkop DKI yang menonjolkan komedi dibumbui cewek-cewek seksi. Ku Tunggu Jandamu penuh adegan komedi cenderung porno.

Film yang dibintangi Dewi Persik dan Andi Soraya ini berkisah tentang perjuangan seorang janda yang baru saja bercerai dari suaminya. Dia adalah Persik (Dewi Persik). Persik tinggal di suatu apartemen yang dipenuhi suami-suami hidung belang, yang selalu menggoda Persik.

Sejumlah ibu-ibu yang rumah tangganya terganggu kehadiran Persik, berdemo menuntut agar Persik diusir dari lingkungan apartemen. Beberapa suami malah menyebut nama Persik saat berhubungan seks dengan istrinya. Anak remaja ada yang tertangkap basah mencuri celana dalam dan kutang milik Persik.

Bahkan, ada yang memfitnah Persik adalah mantan foto model bugil di majalah. Persik yang mencoba membela diri, dipojokkan dengan semena-mena. Akhirnya, Persik mengalah dan keluar dari lingkungan apartemen.

Satu-satunya tempat Persik tinggal adalah rumah kakaknya, Cherry (Andi soraya), yang juga menjanda setelah dicerai suaminya. Cherry yang bekerja di sebuah production house, mengontrak rumah di sebuah komplek tertutup, di atas tanah milik keluarga besar Pak Darman.

Istri pak Darman, Rahma, galak dan dominan. Mereka memiliki dua orang anak, yang paling bungsu bernama Tamtam, 16 tahun, tipikal anak kuper yang pendiam dan korban bully di sekolahnya. Ditambah satu keponakan, Aldo, 24 tahun, yang sangat mother complex dan pemalu.

Sedangkan anak pertama mereka, Mimi, 23 tahun, sudah menikah dan tinggal di komplek yang sama. Namun, Mimi mengalami masalah. Setiap kali hendak berhubungan seks, dia takut.  Hal ini membuat suaminya, Toto, frustasi dan memilih masturbasi.

Ibu Rahma mengkoskan sebuah rumah untuk mahasiswa. Di dalamnya dihuni tiga orang cowok bersahabat yang semua berusia 20-21 tahun. Emilio (asal dari Timor), Gede (dari Bali), dan Ginting (dari Batak). Ketiganya luntang-lantung, malas kuliah. Obsesi mereka cuma satu, seks.

Kehadiran Persik di komplek tersebut memberikan nuansa baru pada suasana komplek yang semula tenang dan kaku, menjadi lebih ‘panas’ dan ‘bergairah’. Tiga mahasiswa mupeng tersebut sibuk mencari perhatian Persik. Demikian juga dengan pak Darman yang tiba-tiba merasa muda kembali, Toto yang frustasi dengan sikap ‘dingin’ istrinya menjadi terpacu adrenalinnya dengan kemunculan Persik. Semua berlomba mencuri perhatian Persik.

Persik yang memang lugu, tidak menyadari bahwa ada udang di balik batu dari semua perhatian yang diberikan kepadanya. Sebaliknya, Persik malah merasa bahwa dia ingin membantu mereka. Dia ingin membantu pak Darman, yang sejak pensiun menjadi kehilangan kepercayaan diri dan sering mengeluh sakit, Persik ingin membantu Toto mencairkan hubungan dengan istrinya.

Sementara itu, Persik juga merasa kasihan dengan Tamtam yang sering dijahati di sekolah karena penampilannya yang kuper dan nelangsa. Ketika Tamtam curhat bahwa dia menyukai satu cewek di sekolahnya, tapi tidak punya nyali untuk mendekat.

Persik membantu Tamtam untuk mendapatkan gadis tersebut dengan pura-pura menjadi pacar Tamtam di hadapan teman-teman sekolahnya. Sekolah mereka gempar seketika ketika melihat bahwa Tamtam bisa membawa cewek ‘sepanas’ itu ke sekolah.

Namun, usaha Persik malah membuat istri-istri di komplek tersebut menjadi panas. Ibu Rahma dan Mimi merasa Persik mengganggu keharmonisan rumah tangga mereka (yang sebenarnya ‘bermasalah’). Mimi bahkan mencoba bersaing dengan Persik, berusaha tampil seksi tapi malah salah kaprah dan jadi aneh.

Sementara itu, Cherry, yang selama ini bingung dengan status jandanya, masih ragu untuk menerima cinta Aldo yang suka kepadanya.

Di satu sisi, Cherry juga takut dengan ibu Aldo yang posesif kepada Aldo. Persik berusaha membantu hubungan mereka, tapi malah kena semprot oleh ibu Rahma.

Mereka memutuskan mengusir Persik dan Cherry keluar dari kompleks. Tapi kali ini persik tidak mau mengalah, dia tidak merasa bersalah. Dia tidak ingin hanya karena berstatus janda, mereka bisa seenaknya memperlakukan diri. Persik dan Cherry melakukan serangkaian aksi untuk membela hak mereka tinggal di komplek tersebut.

Film yang berdurasi 90 menit ini berisi adegan-adegan komedi yang bisa menghilangkan penat di kepala Anda. Tapi, sangat disayangkan film ini tidak memberikan masukan bagi penonton.

Tidak ada nilai mendidik selain adegan berbau porno. Apalagi, ada beberapa scene yang bisa menggoda birahi kaum adam. Sampai timbul pertanyaan, kenapa film ini bisa lolos dari Lembaga Sensor Film?

Saksikan, film ini pada 16 Oktober 2008, di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

Pemeran         : Dewi Persik, Andi Soraya, Edwin Manansang, Eric Scada, Yana Zein, Chintyara Alona, dll.
Produser          : Ody M Hidayat
Directed           : Findo Purwono HW
Produksi          : Maxima Pictures




Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

CopyRight 2011 - Indonesia-Ku.com

73 queries. 0.276 seconds.