Olga Lidya

Olga Lidya

Akhirnya, Olga Lidya dapat mewujudkan keinginan yang mengendap di benaknya selama ini. Apa itu? Duduk di belakang layar, menjadi konseptor atau sutradara sebuah karya film.

Memang, tak semanis yang dibayangkan. Karena, dia “dipaksa” menyutradarai film yang bukan berasal dari idenya sendiri. Namun, pengalaman itu sudah menyisakan kesan yang berharga bagi lajang kelahiran Jakarta, 4 Desember 1976 ini. Kesempatan untuk duduk di kursi sutradara itu datang dari sineas Garin Nugroho.

Mulanya, pemeran film 12:AM dan Ekskul ini menawarkan berbagai ide yang berkecamuk di kepalanya untuk dieksekusi dalam sebuah film. Namun, tidak ada satu pun ide itu yang diterima. Garin malah menyarankan Olga untuk menyutradarai Real Love, film berdurasi sekitar 11 menit.

“Cerita yang berkali-kali aku diskusiin dengan Mas Garin enggak dipakai. Pas jadi sutradara, ide ceritanya malah dari orang lain. Awalnya memang sulit menerjemahkan ide cerita orang lain itu. Ya sudah aku cari penulis skenario yang sudah jago,” bebernya.

Olga kemudian bertemu penulis skenario sekaligus guru akting Eka Sitorus, dan sekalian mengajak Ratu Felisha, Ariyo Wahab, dan Donny Alamsyah untuk bekerja sama. Yang paling spesial, menurut Olga, adalah pemilihan Donny Alamsyah untuk bergabung dalam filmnya.

Olga mengaku kalau dirinya kesengsem dengan akting Donny ketika pria berbadan atletis itu bermain dalam film Sang Dewi. “Aku itu senang banget sama akting dia (Donny) di Sang Dewi. Aku juga pernah mimpi kalau sampai bisa bikin film, aku pasti ajak dia. Dan sekarang itu semua kesampaian,” aku Olga di konferensi pers LA Lights Indie Movie 2008 belum lama ini.